PENGERTIAN PENDEKATAN SISTEM DALAM PEMBELAJARAN PAI

Standar
  1. PENGERTIAN PENDEKATAN SISTEM DALAM PEMBELAJARAN PAI
  2. Pengertian Sistem

Kata sistem (system) dapat dimaknai sebagai  metode (method), rencana (plan), aturan (order), keteraturan (regularity), aturan, kebiasaan (rule),  (manner), (mode), susunan, rencana (scheme), jalan, cara (way), kebijakan (policy), kecerdasan (artifice), (operation), susunan, aturan (arrangement), rencana (program).[1]

Istilah sitem berasal dari bahasa Yunani systema yang mempunyai pengertian suatu keseluruhan yang tersusun dari sekian banyak bagian (whole compoused with several parts),[2] atau hubungan diantara bagian-bagian secara teratur (an organized, function relationship among units or components).[3]

Sistem adalah kesatuan yang terdiri dari komponen-komponen yang terpadu dan berproses untuk mencapai tujuan (Gordon, 1990; Puxty, 1990). Bagian suatu sistem yang melaksanakan suatu fungsi untuk menunjang usaha pencapaian tujuan disebut komponen. Dengan demikian sistem terdiri dari komponen-komponen yang masing-masing komponen mempunyai fungsi khusus.[4] sistem secara umum diartikan sebagai segala sesuatu yang berhubungan dalam usahanya mencapai sebuah tujuan. Sehingga sistem tidak hanya mencakup aspek materi, melainkan juga masuk di dalamnya berupa prosedur, fasilitas, media dll.

Secara khusus, ada beberapa definisi tentang sistem yang diberikan oleh para ahli, yaitu:

  • Menurut Lembaga Administrasi Negara: “sistem pada hakikatnya adalah seperangkat komponen, elemen, yang satu sama lain saling berkaitan, pengaruh-mempengaruhi dan saling tergantung, sehingga keseluruhannya merupakan suatu kesatuan yang terintegrasi atau suatu totalitas, serta “mempunyai peranan atau tujuan tertentu.”[5]
  • Menurut Tatang M. Amirin, sistem adalah suatu kebulatan keseluruhan yang kompleks atau terorganisir; suatu himpunan atau perpaduan bagian-bagian yang membentuk suatu kebulatan/keseluruhan yang kompleks atau utuh untuk mencapai suatu tujuan tertentu.[6]
  • Menurut Harjanto, “pendekatan sistem adalah merupakan jumlah keseluruhan dari bagian-bagian yang saling bekerja sama untuk mencapai hasil yang diharapkan berdasarkan atas kebutuhan tertentu.”[7]

Dari berbagai pengertian di atas, dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa sistem adalah kumpulan dari sekian banyak komponen yang saling berintegrasi, saling berfungsi secara kooperaatif dan saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya dalam usaha mencapai tujuan tertentu. Dengan demikian, maka dalam sistem terdapat beberapa komponen (unsur), yaitu: ada kegiatan dengan menunjuk fungsi dari setiap komponen yang terkait, adanya hubungan kerjasama yang saling bergantungan antar komponen, adanya keterpaduan/kesatuan organis antara komponen, adanya keluasan sistem (ada kawasan di dalam sistem dan di luar sistem), dan gerak dinamis dari semua fungsi kompo­nen tersebut yang mengarah pada pencapaian tuju­an sistem yang telah ditetapkan.

  1. Pengertian Pendekatan Sistem Dalam Pembelajaran PAI

Pendekatan sistem pada mulanya digunakan di bidang teknik mesin (engineering) untuk merancang sistem-sistem elektronik, mekanik dan militer. Kemudian pendekatan sistem melibatkan sistem manusia mesin, dan selanjutnya dilaksanakan dalam bidang keorganisasian dan manajemen. Pada akhir tahun 1950 dan awal 1960-an mulai diterapkan dalam bidang pendidikan dan pelatihan.[8]

Pendekatan sistem pembelajaran PAI adalah kumpulan dari sekian banyak komponen yang saling berintegrasi, saling berfungsi secara kooperaatif dan saling mempengaruhi dalam rangka mewujudkan generasi-genarasi yang beriman dan bertakwa.

Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Menurut Tafsir (2002), bagi umat Islam, dan khususnya dalam pendidikan Islam, kompetensi iman dan takwa serta memiliki akhlak mulia tersebut sudah lama disadari kepentingannya, dan sudah diimplementasikan dalam lembaga pendidikan Islam. Dalam pandangan Islam, kompetensi iman dan takwa (imtak) serta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), juga akhlak mulia diperlukan oleh manusia dalam melaksanakan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi.

Jadi, dalam pandangan Islam, peran kekhalifahan manusia dapat direalisasikan melalui tiga hal, yaitu:

  • landasan yang kuat berupa iman dan takwa
  • Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi
  • akhlak mulia

Dari beberapa pendapat diatas, maka Pendekatan sistem pembelajaran PAI adalah kumpulan dari sekian banyak komponen yang saling berintegrasi, saling berfungsi secara kooperaatif dan saling mempengaruhi dalam rangka mewujudkan generasi-genarasi yang berwawasan luas, beriman dan bertakwa serta memiliki akhlak yang mulia.[9]

[1] Devlin, Joseph, A Dictionary of Synonyms and Antonyms (Bandung: Angkasa, 1961) 307.

[2] Shrode, William, and Dan Voich, Organization and Managmenet; Basic Systems Concepts, (Malaysa : Irwin Book, Co., 1974) 115.

[3] Awad, Elias M, System Analyziz and Design, (Illinois :  Richard D. Irwin, Homewood, 1979) 4.

[4] Sadiman, Arif Sukandi, Beberapa Aspek Pengembangan Sumber Belajar (Jakarta: Mediyatama Sarana Perkasa, 1988), 13.

[5] Lembaga Administrasi Negara RI, Sistem Administrasi Negara REpublik Indonesia, (Jakarta: PT. Toko Gunung Agung, 1997), 1.

[6] Tatang M Amirin,. Pokok-Pokok Teori Sistem. (Jakarta: Rajawali Press), 10.

[7] Harjanto, Perencanaan Pengajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 2000), 46.

[8] Oemar Hamalik, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, (Jakarta: Bumi Aksara, 2002) 4.

[9] Drs. Darwyn Syah, M.pd., dkk., Perencanaan Sistem Pengajaran PAI, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2007). 61.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s